Rabu, 19 Agustus 2020

KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN | OTKK | 5



KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN


A.Memahami Kebijakan Pengelolaan Keuangan

Apa itu kebijakan? Kebijakan adalah suatu tindakan yang memiliki tujuan tertentu yang diikuti dan dilaksanakan untuk memecahkan masalah tertentu. Sementara itu pengelolaan keuangan merupakan salah satu langkah penting dalam suatu perusahaan untuk dapat memperkirakan berapa anggaran yang dibutuhkan dan menghasilkan sesuatu yang diharapkan atau direncanakan. Dalam bab ini pengelolaan keuangan mencakup kebijakan mulai mencari sumber dana sampai pada penggunaan dana. Dengan demikian kebijakan pengelolaan keuangan adalah bentuk kebijakan yang dilaksanakan oleh pelaku usaha atau kelompok bisnis untuk melakukan pengelolaan sumber dana atau keuangan untuk digunakan seefektif mungkin agar menghasilkan keuntungan atau manfaat sesuai tujuan yang direncanakan.

1.Sumber Keuangan

Untuk mengelola keuangan kita perlu mengetahui dari mana sumber keuangannya. Menurut Hadari Nawawi, keuagan dilingkungan organisasi diperoleh dari :
a.Pemerintah
Di lingkungan aparatur pemerintahan yang pada dasarnya merupakan organisasi dari yang tertinggi sampai yang terendah untuk membiayai seluruh kegiatannya dalam rangka melaksanakan tugas pokok sesuai jenjang masing-masing, sumber dananya dari negara atau pemerintah.
b.Bantuan
Dalam organisasi kemasyarakatan dan organisasi volunteer pengadaan dana keuangannya tergantung pada partisipasi anggotanya. Selain itu juga diperoleh dari dana bantuan masyarakat yang bersimpati atau bantuan pihak pemerintah bahkan bantuan luar negeri.
c.Milik perorangan
Organisasi di bidang ekonomi sebagai badan usaha milik perorangan, menghimpun dana untuk mewujudkan kegiatan pokoknya dari para pemiilik ataupun sekelompok kecil orang.

2.Perencanaan Pengelolaan Keuangan

Perencanaan pengelolaan keuangan adalah suatu panduan atau pedoman yang disusun perusahaan guna meraih pencapaian tujuan dan membantu peningkatan nilai organisasi. Dengan melakukan perencanaan dapat diketahui tujuan yang hendak dicapai dan usaha yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan tersebut.
Langkah perencanaan keuangan adalah sebagai berikut :
a. Penetapan tujuan perencanaan keuangan perusahaan secara tepat
b.Perencanaan keuangan sebagai motivator berusaha mengkomunikasikannya dengan pihak terkait
c.Adanya pengevaluasian strategi keuangan alternative
d.Adanya pengumpulan dan penetapan target efisiensi jangka pendek maupun panjang.
e.Adanya pengembangan sebuah perencanaan dengan membandingkan prestasi standar yang telah ditetapkan
f.Adanya pemeriksaan kebenaran perencanaan keuangan secara menyeluruh
g.Perlu peninjauan kembali perencanaan keuangan serta merevisinya sehingga ada kombinasi strategi yang tepat

3.Fungsi pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan bertujuan untuk mendukung dan merencanakan setiap tahapan pencapaian yang menjadi tujuan masa depan. Agar pelaksanaan pengelolaan keuangan dapat optimal maka harus melakukan tahapan sebagai berikut :
a. Dalam kurun waktu tertentu diadakan pengoptimalan berbagai perencanaan kegiatan yang akan dilakukan.
b. Pelaksanaan sebuah proyek perencanaan perlu meminimalkan pembengkakan pengeluaran dana dikemudian hari
c. Adanya ketersediaan dana yang cukup, terencana, dan dapat dialokasikan dengan maksimal, jadi harus ada target perencanaan.
d. Adanya pemisahan tiap-tiap otoritas dalam pengelolaan keuangan guna menghindari terjadinya penyimpangan alokasi dana.
e. Adanya kegiatan memperlancar segala kegiatan yang terjadi di instansi karena adanya transparansi terhadap keuangan yang dimiliki
f. Penciptaaan lingkungan kerja yang sehat karena didukung oleh siklus keuangan yang baik dan terencana

4.Evaluasi dan analisis perencanaan keuangan

Evaluasi dan analisis perencanaan keuangan bertujuan untuk mengetahui apakah perencanaan keuangan benar-benar dapat mencapai tujuannya. Evaluasi perencanaan keuangan dapat dilakukan dengan kegiatan :
a. Pembiayaan perusahaan
Ketika perusahaan baru didirikan, pembiayaan pengeluaran jangka pendek maupun jangka panjang dipenuhi oleh modal pemilik dan kemampuannya dalam menghasilkan laba. Seiring kemajuan perusahaan pembiayaan dibiayai juga dari dana dari luar.
b. Pengeluaran atau pendanaan perusahaan
Pembiayaan perusahaan dibagi dalam 2 kelompok yaitu
1) Pendanaan jangka pendek
Yaitu utang dagang, pinjaman bank jangka pendek, pinjaman jangka pendek tanpa jaminan, letter of credit, dll.
2) Pendanaan jangka panjang
Pendanaan jangka panjang untuk memenuhi pengeluaran jangka panjagn seperti pembelian aktiva tetap. Dana jangka panjang diperoleh melalui pembiayaan utang (utang jangka panjang dan obligasi) dan pembiayaan dengan modal sendiri (saham dan laba yang ditahan).
Dalam hal pendanaan perusahaan fungsi manajer keuangan yaitu melakukan pengawasan atas biaya,penetapan kebijakan harga, estimasi laba, dll.
c. Penganggaran modal
Digunakan untuk melakukan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal.

 B.Menguraikan Macam-Macam Kebijakan Pengelolaan Keuangan

Jenis kegiatan pengelolaan keuangan adalah :
1. Mencari dana
Adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana. Sumber dana tersebut berasal dari internal dan eksternal jadi perlu kebijakan untuk memaksimalkan modal sendiri atau melakukan pinjaman dengan resikonya.
2. Menggunakan dana
Adalah kegiatan dalam menggunakan dana yang ada pada berbagai bentuk asset.
3. Mengelola asset
Adalah aktivitas yang dilakukan setelah dana telah diperoleh dan diinvestasikan dan dialokasikan ke dalam bentuk asset. Aspek kebijakan pengelolaan keuangan meliputi :
a. Kebijaksanaan ekonomi, menyangkut hubungan diantara pengeluaran pemerintah dan semua pendapatan lainnya serta pengeluaran di dalam negeri dan masalah berapa banyak dari ekonomi itu harus dimasukkan di dalamnya oleh pemerintah
b. Kebijaksanaan hutang, meliputi hubungan diantara keseluruhan pengeluaran-pengeluaran pemerintah dan penghasil pemerintah pada waktu ini dan berurusan dengan persoalan kapan, bagaimana dan sampai seberapa jauh pemerintah harus membuat dan membayar kembali hutang
c. Kebijaksanaan penghasilan, mempertimbangkan besarnya secara relatif berbagai sumber penghasilan dan persoalan pajak-pajak yang harus dikenakan
d. Kebijaksanaan pengeluaran, menetukan besarnya pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang berlainan-lainan.
e. Kebijaksanaan pelaksanaan, menyangkut hubungan diantara biaya dan hasil-hail kegiatan-kegiatan pemerintah tertentu dan penyelidikan mengenai seberapa jauh organisasi dan tindakan pemerintah berdaya guna untuk mencapai tujuannya.
f. Kebijaksanaan akuntan (pembukuan), kebijaksanaan akuntan menyangkut hubungan diantara rencana-rencana dan tindakan (Dimock, 1992:285)

C.Menguraikan Maksud Dan Tujuan Kebijakan Pengelolaan Keuangan


Pengelolaan keuangan diharapkan mampu membuat nilai positif bagi perusahaan, memaksimalkan laba, dan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Kebijakan pengelolaan keuangan dilakukan melalui 3 langkah yaitu perencanaan, pengorganisasian keuangan. Dalam hal ini anggaran (budget) dapat berfungsi sebagai pedoman perencanaan kerja, alat pengkoordinasian kerja, dan alat pengawasan kerja. Anggaran juga membantu manajemen dalam menjalankan fungsi mengelola keuangan.
Maksud dan tujuan kebijakan pengelolaan keuangan antara lain :
1. Memaksimalkan perencanaan kegiatan yang akan dilakukan dalam periode tertentu
2. Mengurangi adanya penggunaan anggaran yang tidak diinginkan dikemudian hari
3. Meminimalisasi adanya bentuk penyimpangan terhadap alokasi perusahan
4. Dapat mencapai target perencanaan lebih efisien karena dana dana tersedia dan direncanakan sehingga dapat dialokasikan dengan maksimal
5. Membuat efektif segala bentuk kegiatan yang berada di perusahaan maupun instansi karena transparansi terhadap keuangan organisasi
6. Membuat lingkungan kerja yang sehat, sehingga siklus keuangan berjalan baik dan terencana

Ciri-ciri kebijakan keuangan antara lain :

1. Kebijakan keuangan dibuat oleh semua pihak terkait pada organisasi
2. Kebijakan mengelola keuangan dapat diterima oleh semua pihak
3. Kebijakan pengelolaan keuangan tiddak merugikan organisasi
4. Kebijakan harus dibuat transparan dan benar-benar untuk memecahkan masalah dalam instansi
5. Kebijakan pengelolaan keuangan organisasi berbeda dengan pengelolaan keuangan organisasi kecil

D.Mengklasifikasikan Kebutuhan Anggaran Untuk Mengelola Keuangan


Klasifikasi Anggaran
Penjelasan
1.
Berdasarkan ruang lingkup
a. Anggaran komprehensif, yaitu anggaran perusahaan yang disusun dengan ruang lingkup menyeluruh, mencakup seluruh aktivitas perusahaan
b. Anggaran parsial, yaitu anggaran perusahaan yang disusun dengan ruang lingkup terbatas, yang mencakup sebagian dari kegiatan perusahaan.
2.
Berdasarkan fleksibilitas
a. Anggaran tetap, yaitu anggaran yang disusun untuk periode waktu tertentu dimana volumenya sudah tertentu, tanpa revisi.
b. Anggaran variable yaitu anggaran perusahaan yang volumenya selalu berubah tetapi dapat dilakukan revisi periodik.
3.
Berdasarkan jangka waktu
a. Anggaran jangka pendek yaitu anggaran operasional yang menunjukkna rencana operasi untuk satu periode akuntansi (1 tahun)
b. Anggaran jangka panjang yaitu anggaran yang menunjukkan rencana investasi dalam atahun anggaran dengan waktu lebih dari 1 tahun
4.
Berdasarkan isi anggaran
a. Anggaran operasional yaitu anggaran untuk menyusun anggaran laporan laba rugi yang terdiri dari anggaran Penjualan, biaya pabrik, beban usaha, dan anggaran laba rugi
b. Anggaran keuagan yaitu anggara untuk menyusun anggaran neraca yang terdiri dari kas, piutang persediaan dan anggaran neraca.

Adapun dana yang biasanya disusun harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Anggaran variable yaitu anggaran yang sifatnya berubah-ubah tergantung tingkat produksi yang dihasilkan.
2. Anggaran pengeluaran modal yaitu bagaimana cara pengelolaan modal atau inventasi serta penyelenggaraan pengawasan keuangan
3. Anggaran piutang, yaitu bentuk anggaran investasi yang berwujud dana kas dan dana bank, bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi
4. Anggaran kas,
Kas adalah alat yang diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nilai nominalnya juga simpanan dalam bank dan tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu.


Selasa, 18 Agustus 2020

ETIKA DAN SIKAP BERTELEPON | KORESPONDEN | 5



ETIKA DAN SIKAP BERTELEPON


ETIKA BERTELEPON

A.    Pengertian Etika Bertelepon


Etika bertelepon adalah tata krama, sopan-santun tata pergaulan dalam bertelepon (menerima-melakukan kontak telepon) yang meliputi berbicara dengan jelas, tegas, terkesan ramah, hangat dan bersahabat. Disini dijelaskan bahwa saat kita menelepon atau menerima telepon kita harus menggunakan bahasa yang sopan, tegas, ramah dan lain-lain sehingga menimbulkan kesan bersahabat.

B.    Hal-Hal Penting Etika Bertelepon



1.    Jangan biarkan telepon berdering lebih dari 3 kali. Disini kita disarankan apabila telepon berbunyi, kita harus segera mengangkat telepon tersebut dan kita tidak boleh membiarkan telepon itu berbunyi terlalu lama.
2.    Dengarkan mitra bicara dan berkonsentrasi dengan pihak penelepon. Kita harus mendengarkan dengan baik apa yang penelepon katakan. Dan kita juga harus bisa berkonsentrasi pada pihak yang menelepon supaya tidak  terjadi kesalah-pahaman antara penelepon dengan kita dan supaya tidak timbul kesan acuh tak acuh.
3.    Berkata dengan sopan dan hangat. Saat menjawab pihak penelepon kita harus menggunakan bahasa yang sopan dan hangat, supaya penelepon merasa nyaman dan dihargai saat berbicara dengan kita.
4.    Hindari kata-kata yang bisa menyinggung perasaan penelepon. Kita harus bisa memilih kata yang baik saat kita berbicara dengan penelepon supaya penelepon tidak merasa terhina  dengan apa yang kita katakan.

C.    Langkah-Langkah Dan Teknik Menelepon



1.    Siapkan nomor telepon. Sebelum kita menelepon sebaiknya kita siapkan dulu nomor yang akan kita tuju, supaya saat kita menelepon tidak terjadi kesalahan atau yang sering disebut salah sambung.
2.    Tekan nomor telepon yang dituju. Setelah nomor telepon yang ingin kita tuju dirasa sudah benar, barulah kita tekan nomor yang ingin kita hubunggi tersebut.
3.    Ucapkan salam, sebutkan identitas diri Anda. Setelah telepon tersambung segera ucapkan salam dan identitas diri Anda.
4.    Mengutarakan maksud dan tujuan bertelepon. Setelah pihak penerima telepon menjawab salam kita, langsung kita ucapkan maksud dan tujuan kita menelepon, tentu harus dengan bahasa yang baik dan benar.
5.    Ucapkan salam penutup untuk mengakhiri pembicaraan. Setelah selesai berbicara dan tidak ada lagi yang ingin dikatakan serta tidak ada pertanyaan dari pihak penerima segera ucapkan salam penutup untuk mengakhiri pembicaraan.

D.    Langkah-Langkah Dan Teknik Menerima Telepon



1.    Segera angakat telepon jika berdering. Saat Anda mendengar telepon Anda berdering, segera angkat telepon tersebut.
2.    Ucapkan salam begitu Anda menjawab telepon. Setelah pihak penelepon mengucapkan salam segera Anda balas salam tersebut.
3.    Tanyakan nama dan identitas penelepon serta maksud dan tujuan penelepon. Sebelum Anda mengobrol dengan dia, tanyakan dahulu siapa namanya dan apa maksud atau tujuannya menelepon.
4.    Apabila orang yang dituju tidak ada ditempat maka beritahukan dengan sopan dan tawarkan pada penelepon untuk meninggalkan pesan. Apabila pihak penelepon ingin berbicara dengan pimpinan Anda, sedangkan pimpinan Anda tidak ada ditempat, beritahukan kepada dia bahwa pimpinan Anda sedang tidak ada ditempat tapi tetap dengan bahasa yang sopan, dan jangan lupa tawarkan pada penelepon untuk meninggalkan pesan.
5.    Mengucapkan salam penutup. Setelah selesai berbicara, ucapkan salam penutup dan segera tutup telepon.

E.    Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Pada Saat Komunikasi Menggunakan Telepon



1.    Suara terlalu keras. Saat berbicara di telepon, kita tidak boleh berbicara terlalu keras.
2.    Bicara ditelepon sambil makan atau berdecak. Saat berbicara di telepon kita tidak boleh sambil makan
       atau berdecak.
3.    Berbicara dengan orang lain selagi berbicara ditelepon. Kita tidak boleh berbicara dengan orang lain
       saat bertelepon, supaya tidak terjadi kesalah-pahaman.
4.    Berbicara dengan nada kasar atau membentak. Saat berbicara kita tidak boleh menggunakan nada yang
       kasar, bahkan sampai membentak pihak lawan bicara.
5.    Berbicara dengan nada memerintah. Jangan pernah saat menelepon kita menggunakan nada yang
       memerintah.
6.    Membirkan penelepon menunggu terlalu lama tanpa penjelasan. Saat bertelepon jangan membuat lawan
       bicara kita menunggu terlalu lama. 


SIKAP BERTELEPON

Berikut ini ada 7 sikap yang perlu diperhatikan dalam menerima telepon (Dikenal dengan istilah “7 C”) yaitu sebagai berikut:

1.Caring, yaitu memperhatikan, mendengarkan, dan mencatat semua isi pembicaraan penelepon.

2.Commited, yaitu merasa terikat dengan organisasi, tidak melemparkan permasalahn kepada orang lain dengan alasan bukan tugas atau urusan atau masalah pribadi.

3.Confident, yaitu penuh keyakinan dalam mengatasi masalah. Penerima telepon tidak boleh bersikap merendahkan diri sendiri.

4.Considerate, yaitu bersahabat, menolong, dan mengerti emosi penelepon.

5.Controlled,yaitu tidak terbawa emosi pada saat penelepon mengungkapkan kekecewaan (marah). Tetap bersikap untuk selalu membantu dalam mengatasi masalah penelepon.

6.Creative, yaitu mampu menemukan cara-cara yag baik dalam menerima telepon. Seperti menyiapkan buku catatan khusus dan menyediakan buku petunjuk code operator.

7.Contagious, yaitu bersikap gembira, antusias, sejuk, damai pada penelepon.


ANGGARAN PERUSAHAAN DAN TATA KELOLA KEUANGAN | OTKK | 4



ANGGARAN PERUSAHAAN DAN TATA KELOLA KEUANGAN

Anggaran adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah perusahaan. Anggaran adalah perencanaan dalam perusahaan atau organisasi yang disusun pada periode yang sudah ditentukan. Dalam perusahaan, anggaran adalah bentuk perencanaan sebagai upaya mengestimasikan keuangan perusahaan. Tentunya, anggaran memiliki peran penting sebagai bentuk pemantauan laju pertumbuhan ekonomi internal di dalam perusahaan.

A.FUNGSI ANGGARAN :


Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah ditetapkan.
a. Fungi Perencanaan
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya.
Winardi memberikan pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut:
"Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan".
Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik.

b. Fungsi Pengawasan
Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu. Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan. Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan.

c. Fungsi Koordinasi
Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya. Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur dengan baik.

d. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.
Tujuan yang paling utama dari anggaran adalah untuk pengawasan luar, yaitu untuk membatasi sumber-sumber daya keseluruhan yang tersedia untuk suatu instansi dan untuk
mencegah pengeluaran-pengeluaran bagi hal-hal atau aktivitas-aktivitas yang tidak dibenarkan oleh undang-undang

B.BAGIAN-BAGIAN ANGGARAN


1.Forecasting anggaran : Anggaran yang berisi taksiran (forecast) tentang kegiatan dalam periode tertentu dan taksiran tentang keadaan keuangan perusahaan pada suatu saat tertenu di periode yang akan datang.
2.Variabel anggaran : Anggaran yang berisi tentang tingkat perubahan biaya khususnya biaya yang termasuk kelompok biaya semi variabel, yang berhubungan dengan adanya perbuhan produktivitas perusahaan.
3.Analisis statistik dan matematika : Analisis yang dipergunakan untuk membuat taksiran serta untuk mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja, semua analisis perlu dilampirkan dalam anggaran yang disusun.
4.Laporan anggaran : Laporan tentang reaslisasi pelaksanaan anggarn yang dilengkapi dengan barbagai analisis perbandingan antara anggaran dan realisasinya, sehingga dapat diketahui apabila ada penyimpangan.


 C.KEBIJAKAN PENGELOLA KEUANGAN

A. Memahami Kebijakan pengelolaan Keuangan
Kebijakan pengelolaan keuangan adalah bentuk kebijakan yang dilaksanakan oleh pelaku usaha atau kelompok bisnis untuk melakukan pengelolaan sumber dana atau keuangan untuk digunakan seefektif dan seefisien mungkin agar menghasilkan keuntungan sesuai yang direncanakan
1. Sumber Keuangan
Sumber keuangan yang berada dilingkungan organisasi di peroleh melalui tiga macam yaitu
a. Pemerintah
b. Bantuan
c. Milik Perorangan
2. Perencanaan Pengelolaan Keuangan
Adalah suatu panduan yang disusun guna meraih pencapaian tujuan dan membantu peningkatan nilai perusahaan suatu organisasi
3. Fungsi Pengelola Keuangan
a. Dalam kurun waktu tertentu diadakan pengoptimalan berbagai perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan

b. Dalam pelaksanaan sebuah proyek perencanaan perlu meminimalisir terjadinya pembengkakan pengeluaran dana yang tidak diinginkan dikemudian hari
c. Adanya ketersediaan dana yang cukup trencana, dan dapat dialokasikan dengan maksimal
d. Penciptaan lingkungan kerja yang sehat karena didukung oleh siklus keuangan yang berjalan dengan baik
4. Evaluasi dan Analisis Perencanaan Keuangan

a. Pembiayaan Perusahaan (Corporate Financing)
Ketika perusahaan baru didirikan pembiayaan pengeluaran jangka pendek maupun jangka panjang dipenuhi oleh modal awal dari pemilik dan kemampuannya dalam menghasilkan laba
b. Pengeluaran atau Pembiayaan Dana Perusahaan
Dikelompokkan pengeluaran ke dalam pendanaan jangka pendek dan pendanaan jangka panjang
1) Pendanaan Jangka Pendek ( Short Term/ Operatinge Expenditures)
2) Pendanaan jangka panjang ( Long Term/ Capital Expenditures)
c. Penganggaran Modal ( Capital Budgeting)
Penganggaran modal digunakan untuk melakukan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal. Misal membeli peralatan baru agar dapat memperkenalkan produk baru atau memordernisasi fasilitas pabrik.


OTKK | 3



Soal Pengetahuan

1. Jelaskan apa yang dimaksud administrasi keuangan
2. Sebutkan komponen administrasi keuangan
3. Sebutkan tujuan administrasi keuangan
4. Sebutkan manfaat administrasi keuangan
5. Jelaskan apa yang dimaksud administrasi keuangan negara

MEMAHAMI RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN | OTKK | 2



MEMAHAMI RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN


Berikut ini ruang lingkup dari administrasi keuangan menurut beberapa ahli

a.Menurut The Liang Gie, ruang lingkup administrasi keuangan meliputi segenap rangkaian kegiatan penataan penyusunan anggaran, penerimaan, pembukuan, dan pertanggungjawaban

b.Menurut Arikunto, ruang lingkup administrasi keuangan merupakan kegiatan pengelolan keuangan meliputi budgeting (anggaan), accounting (pembukuan), serta auditing (pemeriksaan laporan keuangan)

A.Pengertian Administrasi Keuangan Negara

Pengertian keuangan Negara/daerah dikemukakan oleh beberapa ahli.Menurut M. Hadi, administrasi keuangan RI. 1980 : “Administrasi keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang, demikian pula segala sesuatu baik uang maupun barang yang dapat dijadikan milik Negara, berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban dimaksud.”
Sedangkan menurut Otto Ekstein, dalam public finance mengemukakan bahwa :
“Keuangan Negara adalah bidang yang mempelajari akibat dari anggaran belanja atas ekonomi, khususnya akibat dari dicapainya tujuan tujuan ekonomi yang pokok,pertumbuhan, eadilan, dan efisiensi”.
Dari beberapa pengertian datas dapat disimpulkan bahwa keuangan Negara adalah seluruh kekayaan Negara termasuk didalamnya hak dan kewajiban yang timbul didalamnya, baik kekayaan itu berada dalam pengelolaan bank-bank pemerintah, yayasan yayasan pemerintah, dengan status hokum public, ataupun privat, badan badan usaha Negara dan badan usaha lainnya dimana pemerintah mempunyai kepentingan khusus serta terikat dalam perjanjian dengan penyertaan pemerintahataupun penunjukkan pemerintah.

B.Pengertian Administrasi Keuangan Daerah


Menurut Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, keuangan daerah adalah “Semua hak dan kewajiban yang dapat dinilai dengan uang, demikian pula segala sesuatu, baik uang maupun barang yang dijadikan milik daerah berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban daerah tersebut”.
Dari uraian di atas, dapat diambil kata kunci dari keuangan daerah adalah hak dan kewajiban. Hak merupakan hak daerah untuk mencari sumber pendapatan daerah berupa pungutan pajak daerah, retribusi daerah atau sumber penerimaan lain-lain yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan kewajiban adalah kewajiban daerah untuk mengeluarkan uang dalam rangka melaksanakan semua urusan pemerintah di daerah (Mamesah, 1995:5).

C.Administrasi Keuangan Bisnis


Dalam administrasi keuangan bisnis/perusahaan lebih sering disebut dengan tata kelola anggaran. Menurut M.Munandar anggaran perusahaan merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiaatan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan keuangan, dadn berlaku untuk waktu yang akan datang dalam jangka waktu tertentu




RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN | OTKK | 1



RUANG LINGKUP ADMINISTRASI KEUANGAN

Kalian tentu sering mendengar istilah administrasi keuangan. Kata administrasi keuangan yang kita ketahui biasanya diartikan sebagai proses pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh organisasi baik pemerintah maupun swasta. Keberadaan administrasi keuangan bagi organisasi mutlak adanya karena setiap organisasi pasti memiliki sumber keuangan yang harus dialokasikan dengan baik agar tujuan organisasi dapat tercapai. Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai administrasi keuangan, apakah kalian tau apa itu administrasi keuangan? Pada modul ini nanti akan kita bahas bersama-sama mengenai pengertian, fungsi, tujuan,, manfaat, sampai dasar pengelolaan administrasi keuangan secara lengkap. Simaklah uraian materi berikut ini!

 

1. Pengertian Administrasi Keuangan

a. Administrasi adalah proses kerjasama sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan .

b. Pengertian keuangan adalah kegiatan mengolah uang untuk melakukan transaksi pembayaran.

c. Pengertian administrasi keuangan oleh para ahli :

1). Menurut Simon : administrasi keuangan adalah proses pengelolaan yang melibatkan semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, pembuatan laporan keuangan, dan pencapaian tujuan untuk kepentingan bersama.

2). Menurut The Liang Gie : administrasi keuangan merupakan proses pengurusan atau penyelenggaraan, penyediaan, dan penggunaan uang dalam setiap usaha kerjasama.

d. Pengertian administrasi keuangan dalam arti sempit (tata usaha keuangan) adalah pencatatan keluar masuknya uang untuk membiayai suatu kegiatan organisasi

e. Pengertian administrasi keuangan (pengelolaan keuangan) dalam arti luas adalah pengaturan serta penetapan kebijakan yang berkaitan dengan pengadaan maupun pemanfaatan keuangan yang kegiatannya meliputi perencanaan, pengaturan pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan.

2. Komponen Administrasi Keuangan

a. Perencanaan keuangan adalah kegiatan merencanakan penerimaan dan pengeluaran uang.

b. Penganggaran keuangan adalah membuat perkiraan secara detail pengeluaran dan pemasukan keuangan.

c. Pengelolaan keuangan adalah penggunaan dana untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

d. Pencarian keuangan adalah mencari sumber uang untuk kegiatan perusahaan.

e. Penyimpanan keuangan adalah pengumpulan dana dan menyimpan dana dengan aman.

f. Pengendalian keuangan adalah melakukan evaluasi serta perbaikan atas sistem keuangan.

g. Pemeriksaan keuangan adalah melakukan audit atau pemeriksaan keuangan perusahaan  agar tidak terjadi penyimpangan.

 

3. Fungsi Administrasi Keuangan

Fungsi administrasi keuangan secara umum:

a.     Fungsi investasi, meliputi pengelolaan dana ke dalam aktiva-aktiva yang akan digunakan untuk berusaha mencapai tujuan. Dana tersebut dapat berasal dari modal sendiri maupun dari luar. Investasi dalam perusahaan dibagi menjadi 2 yaitu :

1). Investasi jangka pendek, yaitu investasi berupa kas, persediaan barang, piutang, dll.

2). Investasi jangka panjang, yaitu investasi berupa gedung, tanah dan peralatan produksi.

b. Fungsi mencari dana, yaitu usaha untuk mendapatkan modal untuk mendanai usaha-usaha yang dijalankan perusahaan dan memilih sumber-sumber dana yang tepat.

c. Fungsi pembelanjaan, meliputi kegiatan tentang penggunaan dana baik dana dari luar maupun milik sendiri yang digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan perusahaan.

d. Fungsi pembagian laba, yaitu dengan menentukan aturan dalam mengadakan pembagian laba usaha perusahaan.

4. Tujuan Administrasi Keuangan

a. Memperlancar proses keluar masuk uang

b. Mempermudah transaksi uang

c. Adanya bukti transaksi

d. Mengetahui kondisi keuangan diperusahaan

 

5. Manfaat Administrasi Keuangan

a. Teraturnya penerimaan dan pengeluaran uang.

b. Pemanfaatan uang dikoordinasikan dengan baik

c. Berkurangnya kekeliruan dalam pembuatan laporan keuangan.