Selasa, 08 September 2020

MEMAHAMI ASAS PENGELOLAAN KEUANGAN | OTKK | 7

 


MEMAHAMI ASAS PENGELOLAAN KEUANGAN

A.Asas Umum

Keuangan pribadi maupun organisasi perlu untuk dikelola dengan baik. Tiap organisasi umumnya memiliki kebijakannya masing-masing. Namun, terdapat prinsip-prinsip yang berlaku secara global. Berikut ini penjelasan mengenai prinsip pengelolaan keuangan secara global.

1.Konsistensi

Konsistensi berarti tetap teratur.ketidak konsistenan dalam pengelolaan keuangan umumnya menunjukan bahwa ada kejanggalan dalam proses penggunaan keuangan.

2.Akuntabilitas

Akuntabilitas berorientasi pada hasil, mengandung makna bahwa setiap pengguna anggaran wajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi atas keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya.

3.Transparansi atau keterbukaan

Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara, mewajibkan adanya keterbukaan dalam pembahasan, penetapan, dan  erhitungan anggaran serta atas hasil pengawasan oleh lembaga audit yang independen.

4.Integritas

Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik

5.Berstandar akuntansi

Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan diseluruh dunia dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi.

B.Asas Klasik

Prinsip penerapan asas klasik meliputi asas tahunan, asas kesatuan dan asas spesialitas.

1.Asas Tahunan

Asas tahunan, memberikan persyaratan bahwa anggaran negara dibuat secara tahunan yang harus mendapat persetujuan dari badan legislatif (DPR).

2.Asas Kesatuan

Asas kesatuan mempertahankan hak budget dari dewan secara lengkap, berarti semua pengeluaran harus tercantum dalam anggaran. Oleh karena itu, anggaran merupakan anggaran bruto, di mana yang dibukukan dalam anggaran adalah jumlah brutonya.

3.Asas Spesialitas

Asas spesialitas mensyaratkan bahwa jenis pengeluaran dimuat
dalam mata anggaran tertentu/tersendiri dan diselenggarakan
secara konsisten baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Secara
kuantitatif artinya jumlah yang telah ditetapkan dalam mata anggaran tertentu merupakan batas tertinggi dan tidak boleh dilampaui. Secara kualitatif berarti penggunaan anggaran hanya dibenarkan untuk mata anggaran yang telah ditentukan.

C,Asas Pengelolaan Keuangan Negara

1.Asas Akuntabilitas berorientasi pada hasil

Mengandung makna bahwa setiap pengguna anggaran wajib menjawab dan menerangkan kinerja organisasi atas keberhasilan atau kegagalan suatu program yang menjadi tanggung jawabnya.

2.Asas Profesionalitas

Mengharuskan pengelolaan keuangan negara ditangani oleh tenaga yang profesional.

3.Asas Proporsionalitas

Pengalokasian anggaran dilaksanakan secara proporsional pada fungsi-fungsi kementerian/lembaga sesuai dengan tingkat prioritas dan tujuan yang ingin dicapai.

 

Previous Post
Next Post

0 komentar: