Rabu, 30 September 2020

PENGERTIAN KODE ETIK PROFESI | ETIKA PROFESI | 8

 



PENGERTIAN KODE ETIK PROFESI

Setiap profesi pasti memiliki kode etik profesi yang dibuat dan disepakati oleh anggota organisasi profesi. Di Indonesia terdapat beberapa organisasi profesi seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), IAI (Ikatan Akuntan Indonesia), INI (Ikatan Notaris Indonesia), dan organisasi profesi lainnya. Masing-masing organisasi memiliki kode etik untuk mengatur kegiatan anggotanya. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kode etik profesi? Kamu dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan mempelajari materi pada uraian materi berikut ini. 

Menurut UU No. 8 Tahun 1974 tentang PokokPokok Kepegawaian, kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam buku Etika dan AkuntabilitasProfesi Akuntan Publik (Farhan, 2010), kode etik adalah-produk kesepakatan yang mengatur tingkah laku moral suatu kelompok tertentu dalam masyarakat untuk diberlakukan dalam suatu masa tertentu dengan ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh anggota kelompok itu.

Setiap profesi membutuhkan kode etik profesi.Mengapa kode etik profesi dibutuhkan? Berikut beberapa tujuan dibuatnya kode etik profesi.

1. Melindungi anggota organisasi untuk menghadapi persaingan pekerjaan profesi yang tidak jujur dan untuk mengembangkan tugas profesi sesuai dengan kepentingan masyarakat.

2. Menjalin hubungan bagi anggota profesi satu sama lain dan menjaga nama baik profesi.

3. Merangsang pengembangan profesi dan kualitlkn; pendidikan yang memadai.

4. Mencerminkan hubungan antara pekerjaan profesi dengan pelayanan masyarakat dan kesejahteraan sosial.

5. Mengurangi kesalahpahaman dan konflik baik antaranggota maupun dengan masyarakat umum,

6. Membentuk ikatan yang kuat bagi sesama anggota dan melindungi profesi terhadap pemberlakuan norma hukum yang bersifat imperatif sebelum disesuaikan dengan saluran norma moral profesi.

Profesi merupakan moral community yang berkewajiban untuk menjaga kepercayaan masyarakat sehingga perlu adanya kode etik untuk mengaturnya agar tetap pada jalur yang benar. Kode etik profesi dapat menjadi penyeimbang segi-segi negatif dari suatu profesi sehingga dapat berfungsi sebagai penunjuk arah moral bagi suatu profesi dan penjamin mutu moral profesi.

Kode etik profesi merupakan bagian dari etika profesi yang berisi norma-norma lanjutan dari norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Sehingga kode etik 'profesi memperjelas, mempertegas, dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna.

Oleh karena itu, kode etik profesi juga disebut dengan sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah, serta perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang profesional. Kode etik profesi memiliki peran:

1. Inspirasi dan Tuntutan Kode etik dapat memunculkan inspirasi dan menjadi tuntunan yang bersifat umum dalam berperilaku secara etis.

2. Dukungan

Kode etik dapat memberi dukungan dalam berperilaku etis dan dukungan hukum di pengadilan terhadap permasalahan moral.

3. Pencegahan dan Disiplin

Kode etik berfungsi sebagai basis-formal yang dapat mencegah perbuatan amoral dan dapat meningkatkan disiplin dalam berperilaku profesional.

4. Pendidikan dan Pemahaman Timbal Balik

Kode etik dapat digunakan sebagai bahan diskusi dan refleksi permasalahan moral dalam mendorong terciptanya pemahaman timbal balik di antara para pelaku profesional.

5. Mendukung Citra Profesi di Mata Publik Kode etik akan meningkatkan citra positif suatu profesi di mata publik.

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ETIKA PROFESI DALAM BIDANG AKUNTANSI

Pada subbab A kamu telah mengkaji tentang etika profesi dan pada subbab B kamu telah mengkaji kode etik profesi. Etika profesi dan kode etik profesi saling berkaitan. Etika profesi harus dimiliki oleh setiap jenis profesi, termasuk juga dalam bidang akuntansi.

Pekerjaan dalam bidang akuntansi dikatakan sebuah profesi karena akuntan membutuhkan keahlian tertentu. Oleh karena itu, profesi dalam akuntan juga memiliki etika profesi akuntan. Etika profesi akuntan tertuliskan dalam kode etik akuntan yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

Agar kamu memahaminya, simaklah pemaparan materi di bawah ini dengan cermat!

1. Pengertian Akuntan

Profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik. Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, pajak, dan konsultan manajemen,

Aturan terbaru mengenai pemberian gelar akuntan didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 25/PMK.01/2014 Tentang Akuntan Beregistet Negara. Sebagian isinya adalah bahwa untuk menjadi Seorang akuntan profesional dibuktikan dengan Register Negara Akuntan yang memenuhi syarat:

a. Lulus pendidikan profesi akuntansi atau lulus ujian sertifikasi akuntan profesional.

b. Berpengalaman di bidang akuntansi.

c. Sebagai anggota Asosiasi Profesi Akuntansi.

Untuk dapat mengikuti ujian sertifikasi akuntan Profesional atau ujian Chartered Accountat (CA), syaratnya adalah:

a. Paling rendah lulusan DIV/Sl akuntansi atau setara.

b. Lulusan 82/53.

c. Paling rendah lulusan DIV/Sl nonakuntansi atau setara dan mengikuti Pendidikan Profesi Akuntan (PPak).

Secara garis besar, akuntan dapat digolongkan menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut.

a. Akuntan Publik (Public Accountants) Akuntan publik dikenal dengan sebutan akuntan eksternal, merupakan akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam praktiknya sebagai seorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus memperoleh izin dari Departemen Keuangan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen.

b. Akuntan Intern (Internal Accountant) Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja pada suatu perusahaan atau organisasi. Akuntan intern disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut dapat diduduki mulai dari staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. Tugas akuntan internal atau akuntan manajemen adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan, dan pemeriksaan intern.

c. Akuntan Pemerintah (Government Accountants)

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

d. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

2. Pengertian Etika Profesi dalam Bidang Akuntansi

Peran profesi akuntansi yang strategis menuntut para akuntan untuk bekerja dengan lebih baik, tertib, tidak menyalahi aturan yang berlaku, serta mampu menghasilkan prediksi strategis secara lebih tepat, maupun memberikan saran membangun dan pemecahan berbagai masalah keuangan yang dihadapi oleh pimpinan perusahaan dalam menyelenggarakan keuangan perusahaan dan pihak-pihak lain secara baik, tepat dan benar. Untuk bisa menjalankan peran tersebut dengan baik, setiap akuntan harus melaksanakan etika profesi akuntan.

Etika profesi akuntan merupakan panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

3. Cakupan Etika Profesi dalam Bidang Akuntansi

Dalam menjalankan profesinya, seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Kode etik IAI merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi, dan juga dengan masyarakat.

Kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien,' pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi.

Empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam etika profesi adalah sebagai berikut.

a. Kredibilitas, berkaitan dengan tingkat kepercayaan, baik informasi dan sistem informasi.

b. Profesionalisme, yakni bentuk sikap yang tepat sesuai profesinya dari seorang profesional.

c.Kualitas jasa, harus menjadi dasar dalam pelayanan dalam bidang akuntansi. Terdapat keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tinggi.

d. Kepercayaan, pemakai jasa akuntan harus merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

 

 


Previous Post
Next Post

0 komentar: