Langsung ke konten utama

TENSES DASAR BAHASA INGGRIS DALAM BERTELEPON | KORESPONDENSI | 7

 


TENSES DASAR BAHASA INGGRIS DALAM BERTELEPON

PRESENT CONTINUOUS TENSE

Present continuous tense adalah tense yang berfungsi untuk mengungkapkan aksi yang sedang dilakukan pada masa sekarang (ketika berbicara) dan sesuatu di masa depan.

Kalimat present continuous dibentuk oleh auxiliary verb “be” seperti am, is, are dan diikuti oleh present participle (bentuk V 1+ing). Kata kerja yang dipakai dalam tense ini biasanya adalah dynamic atau action verbs, yakni kata kerja yang yang menyatakan aksi atau adanya pergerakkan. Jika kalimat present continuous menggunakan stative verbs–kata kerja yang tidak menunjukkan aksi melainkan hanya menunjukkan sebuah situasi dan kondisi, biasanya kalimat tersebut memiliki makna pragmatik tertentu.

Berikut adalah contoh kalimat present continuous beserta fungsi-fungsinya:

1.Untuk menyatakan sesuatu yang sedang dan masih terjadi ketika kita mengatakannya. Contoh:

a.I am studying English now.

b.Don’t make any sound! The students are having an exam.

2.Untuk menyatakan sesuatu yang kita anggap hanya sementara. Contoh:

a.We are staying in a nearby hotel.

b.I’m working on my undergraduate thesis.

3.Untuk menyatakan sesuatu yang berubah, bertumbuh dan berkembang. Contoh:

a.Since taking the comprehensive class, your Japanese is improving.

b.Our company is growing to the level that we didn’t thought we could reach.

4.Untuk menyatakan rencana masa depan. Contoh :

a.Josh and I are going on a date next Saturday.

b.I’m doing a voluntary work tomorrow.

 

SIMPLE PAST TENSE

 

Grammar

Simple past tense adalah kalimat tenses yang digunakan untuk menyatakan kejadian yang terjadi di masa lampau dan telah berakhir di masa lampau. Berbeda dengan past continous tense, yakni menyatakan kejadian yang terjadi di masa lampau, namun masih terjadi di masa sekarang.

Rumus Simple Past Tense

Untuk membentuk kalimat simple past tense, rumusnya adalah sebagai berikut

S + Verb 2 + O

Dalam kalimat simple past tense, kata kerja / verb yang digunakan merupakan bentuk kata kerja  kedua. Terdapat 2 jenis kata kerja / Verb, yakni Regular Verb dan Irregular Verb. Untuk regular verb, tambahkan -ed / -d dibelakang setelah kata kerja bentuk pertama. Sebagai contoh

Stay -> stayed (Tinggal)

Punch -> Punched (Memukul)

Play -> Played (Bermain)

Touch -> Touched (Menyentuh)

Untuk Irregular verb , termasuk didalamnya to be, bentuk kata kerja keduanya sangat berbeda. Sebagai contoh :

Awake -> Awoke (Terbangun)

Begin -> Began (Memulai)

Drink -> Drank (Minum)

Eat -> ate (Makan)

Run -> ran (Berlari)

Namun, ada sebagian Irregular verb yang memiliki bentuk kata kerja yang sama dengan bentuk kata kerja dasar. Sebagai contoh:

Put -> Put (Meletakkan)

Split -> Split (Membagi)

Spread -> Spread (Menyebarkan)

Set -> Set (Mengatur)

Cut -> Cut (Memotong)

 

Contoh Kalimat Simple Past Tense Affirmative

Berikut ini, Wall Street English berikan contoh kalimat simple past tense positif :

Abdul went to Bali for holiday last Sunday (Minggu kemarin, Abdul pergi ke Bali untuk berlibur)

She joined english club class at school yesterday. (Kemarin, dia bergabung kedalam klub bahasa Inggris di sekolah).

Last Monday, Joni got an accident at the office (Senin lalu, Joni terkena musibah di kantor).

Postingan populer dari blog ini

FORMAT SURAT BERBAHASA INGGRIS | KORESPONDENSI | 14

  A.       FORMAT SURAT BERBAHASA INGGRIS               B.       MENULIS SURAT BAHASA INGGRIS 1.        Formal letter Formal letter adalah surat yang di gunakan oleh instansi-instansi resmi Formal letter memiliki banyak ragam. Namun pada subbab kali ini kamu akan mempelajari invitation letter dan announcement letter. a.        Invitation letter (surat undangan) Bagian-bagian invitation letter 1)       Initial details Pada bagian awal memuat kop, alamat penerima, tanggal dan salam pembuka 2)       Introduction Perkenalan diri 3)       Body off letter Uraian semua informasi tentang acara 4)       Appreciation Apresiasi untuk tamu agar menghadiri undangan 5)       Conclusion Surat diakhiri dengan salam penutup b.        Announcement letter (surat pengumuman) Bagian-bagian announcement letter 1)       Letter head (kop surat) 2)       Date (tanggal) 3)       Inside address (pihak yang dituju) 4)       Subject (sub

MENGENAL MANAJEMEN KAS | OTKK | 12

MENGENAL MANAJEMEN KAS Manajemen kas adalah proses pengumpulan dan pengaturan kas perusahaan. Selain itu manajemen kas juga meliputi proses pemanfaatan kas untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Manajemen kas merupakan kunci dalam menjaga stabilitas dan solvabilitas (kesanggupan untuk membayar utang) perusahaan. Bendahara perusahaan atau manajer keuangan seringkali bertanggung jawab terhadap keseluruhan manajemen kas dan tanggung jawab lainnya yang berkaitan dengan kesanggupan membayar utang. Agar lebih memahami manajemen kas maka harus memahami arus kas berikut penjelasan arus kas. Arus Kas Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia definisi arus kas adalah “Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar atau setara kas” Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa arus kas merupakan jumlah kas yang mengalir masuk dan keluar dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dengan kata lain, arus kas adalah perubahan yang terjadi dalam perkiraan kas suatu periode tertentu. Aliran

MENCEGAH RISIKO KECELAKAAN KERJA | ETIKA PROFESI | 14

 MENCEGAH RISIKO KECELAKAAN KERJA A.     PENGERTIAN KECELAKAAN KERJA Kecelakaan yaitu suatu kejadian yang tidak diduga atau tidak diinginkan terjadi yang bisa membuat kacau proses yang sudah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik untuk manusia dan atau harta benda. Sedangkan kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diduga dan tidak dikehendaki atua tidak direncanakan yang mengakibatkan kerugian untuk manusia, barang ataupun lingkungan.   B.     FAKTOR RESIKO TERJADINYA JECELAKAAN KERJA 1.     Faktor manusia Diantaranya kurangnya keterampilan atau pengetahuan tentang industri dan kesalahan penempatan tenaga kerja. 2.     Faktor material atau peralatannya Misalnya bahan yang seharusnya dibuat dari besi dibuat dengan bahan lain yang lebih murah sehingga menyebabkan kecelakaan kerja. 3.     Faktor sumber bahaya, meliputi: Perbuatan bahaya, misalnya metode kerja yang salah, sikap kerja yang teledor serta tidak memakai alat pelindung diri. Ko