Langsung ke konten utama

KOMPETENSI PERSONAL DI BIDANG AKUNTANSI | ETIKA PROFESI | 13


 

KOMPETENSI PERSONAL DI BIDANG AKUNTANSI DAN KEUANGAN

Berikut ini terdapat beberapa kompetensi personal yang harus dimiliki oleh aeorang akuntan yang nantinya akan membentuk karakter akuntan tersebut

 

1.      Teliti

Angka dan uang adalah dua hal terpenting dalam akuntansi. Di mana, seorang akuntan harus bisa menggunakan uang perusahaan secara akuntable atau dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menjadi akuntan yang handal, cobalah tanamkan pada diri Anda bahwa tidak teliti bisa menyebabkan masalah dan kegagalan. Dengan begitu, ketika Anda menjalankan aktivitas bisnis, Anda hanya boleh mengakui transaksi yang didukung dengan bukti transaksi valid. Yaitu, angka harus sama persis dengan yang tertera dalam bukti transaksi.

 

2.      Detail

Untuk menjadi seorang akuntan yang teliti, berarti Anda juga harus melihat secara detail. Dalam masalah akuntansi, sifat detail ini terlihat dari bagaimana Anda mencatat suatu transaksi. Seorang akuntan yang baik, tidak akan mencatat transaksi secara umum. Misalnya, supplier datang dengan membawa 1 truk berisi 500 minyak goreng berukuran 2 liter dengan harga Rp7.500.000. Sebagai seorang akuntan, Anda harus mencatatnya secara detail dengan satuan ukuran terkecil yaitu 1 minyak ukuran 2 liter = Rp15.000.

 

3.      Logis

Meski akuntansi berkaitan dengan angka, tapi akuntansi bukanlah ilmu pasti, di mana masih bisa menggunakan prinsip dan asumsi. Karakter ini biasanya dibutuhkan akuntan ketika ingin mengambil keputusan, di mana mereka harus berpikir logis. Dalam hal mengambil keputusan, seorang akuntan harus melihat bagaimana kondisi keuangan perusahaan melalui laporan keuangan. Oleh sebab itu, dalam kegiatan bisnis, biasanya seorang akuntan adalah orang yang paling banyak menggunakan logikanya dan tidak mudah menerima hal-hal yang tidak masuk akal.

 

4.      Terukur

Tugas utama seorang akuntan dalam bisnis adalah mengukur kinerja perusahaan dari segi keuangan. Untuk melaksanakan tugas utama ini, seorang akuntan dituntut untuk berpikir, berbicara, bersikap, dan bertindak dengan terukur. Misalanya, semua tindakan yang dilakukan akuntan harus berdasarkan fakta dan data, minimal dengan logika yang terukur. Yaitu, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

 

5.      Konsisten

Seorang akuntan yang baik berarti harus melakukan semua hal secara konsisten, mulai dari prosedur akuntansi, metode yang digunakan, satuan ukuran, format penyajian, dan lain sebagainya. Dalam kegiatan bisnis, biasanya seorang akuntan harus konsisten mengatakan tidak ketika ada seorang karyawan ingin meminta kas bon, atau ketika menerima permintaan belanja tanpa adanya PO (Purchase Order).

 

6.      Disiplin

Tanpa ada kedisiplinan, karakter yang konsisten tidak akan pernah bisa terwujud. Sebagai akuntan yang baik, Anda juga harus menanamkan sifat disiplin. Di mana, seorang akuntan tidak boleh menyepelekan data sekecil apapun, taat pada prosedur dan kebijakan perusahaan serta aturan pemerintah, dan juga taat pada standar dan kode etik akuntansi. Disiplin dalam akuntansi, berarti juga harus disiplin waktu saat menyajikan laporan keuangan.

 

7.      Skeptis

Seorang akuntan yang baik, Anda tidak boleh percaya informasi dengan mudah tanpa adanya fakta dan data. Dalam kegiatan bisnis, seorang akuntan juga dituntut untuk tidak mudah mengatakan ‘iya’. Di mana, standar minimal yang digunakan akuntan adalah ‘apa iya’? Kemudian kumpulkan data dan lakukan verifikasi untuk mengubah pertanyaan menjadi jawaban, ‘iya’ atau ‘tidak’.

 

8.      Jujur

Kejujuran adalah hal terpenting dalam proses akuntansi. Kejujuran dalam akuntansi berarti seorang akuntan harus melaporkan kondisi keuangan perusahaan apa adanya dan tidak ada niat untuk melakukan kecurangan. Seorang akuntan juga harus jujur mengakui jika ada kesalahan atau terjadi kecurangan dalam keuangan perusahaan

 

Seorang akuntan juga perlu memenuhi kemampuan personal. Kemampuan personal tersebut antara lain sebagai berikut:

 

 

1)    Personal skills

Kemampuan ini terkait dengan perilaku dan sika dari sarjana akuntansi profesional. Mengembangkan sikap dan perilaku ini dapat membantu pembelajaran dan perbaikan individual yang mencakup :

a)     Self Management

b)     Inisiatif, kemampuan untuk mempengaruhi dan self learning

c)     Kemampuan untuk memilih dan membagi prioritas dengan sumber yang terbatas dan mengelola pekerjaan yang tenggat waktu yang sangat ketat

d)     Kemampuan untuk mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan

e)     Pertimbangan atas implikasi terhadap professional values, etik dan perilaku dalam pembuatan keputusan dan

f)      Skeptisme profesional

 

2)    Kemampuan Intellektual (Intellectual Skills)

Intellectual skills terbagi dalam 6 tingkatan, yaitu pengetahuan (knowledge), aplikasi (application), analisis (analysis), sintesa (synthesis) yang menggabungkan pengetahuan dari beberapa bidang, memprediksikan dan menerik kesimpulan dan evaluasi (evaluation). Hal ini sangat penting bagi setiap individu agar dapat meraih tingkatan tertinggi pada setiap kualifikasi yang dibutuhkan

 

3)    Kemampuan Berkomunikasi (Communication Skill) 

Communication skill adalah kemampuan mengekspresikan pendapat atau perasaan secara lisan maupun tertulis dengan jelas dan mudah dipahami orang lain.

 

4)    Kemampuan Mengorganisasi (Organization Skill) 

Organization skill adalah kemampuan dalam mengorganisasikan atau mengatur waktu dan mengelola semangat dalam bekerja dengan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan tertentu.


Postingan populer dari blog ini

FORMAT SURAT BERBAHASA INGGRIS | KORESPONDENSI | 14

  A.       FORMAT SURAT BERBAHASA INGGRIS               B.       MENULIS SURAT BAHASA INGGRIS 1.        Formal letter Formal letter adalah surat yang di gunakan oleh instansi-instansi resmi Formal letter memiliki banyak ragam. Namun pada subbab kali ini kamu akan mempelajari invitation letter dan announcement letter. a.        Invitation letter (surat undangan) Bagian-bagian invitation letter 1)       Initial details Pada bagian awal memuat kop, alamat penerima, tanggal dan salam pembuka 2)       Introduction Perkenalan diri 3)       Body off letter Uraian semua informasi tentang acara 4)       Appreciation Apresiasi untuk tamu agar menghadiri undangan 5)       Conclusion Surat diakhiri dengan salam penutup b.        Announcement letter (surat pengumuman) Bagian-bagian announcement letter 1)       Letter head (kop surat) 2)       Date (tanggal) 3)       Inside address (pihak yang dituju) 4)       Subject (sub

MENGENAL MANAJEMEN KAS | OTKK | 12

MENGENAL MANAJEMEN KAS Manajemen kas adalah proses pengumpulan dan pengaturan kas perusahaan. Selain itu manajemen kas juga meliputi proses pemanfaatan kas untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Manajemen kas merupakan kunci dalam menjaga stabilitas dan solvabilitas (kesanggupan untuk membayar utang) perusahaan. Bendahara perusahaan atau manajer keuangan seringkali bertanggung jawab terhadap keseluruhan manajemen kas dan tanggung jawab lainnya yang berkaitan dengan kesanggupan membayar utang. Agar lebih memahami manajemen kas maka harus memahami arus kas berikut penjelasan arus kas. Arus Kas Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia definisi arus kas adalah “Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar atau setara kas” Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa arus kas merupakan jumlah kas yang mengalir masuk dan keluar dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dengan kata lain, arus kas adalah perubahan yang terjadi dalam perkiraan kas suatu periode tertentu. Aliran

MENCEGAH RISIKO KECELAKAAN KERJA | ETIKA PROFESI | 14

 MENCEGAH RISIKO KECELAKAAN KERJA A.     PENGERTIAN KECELAKAAN KERJA Kecelakaan yaitu suatu kejadian yang tidak diduga atau tidak diinginkan terjadi yang bisa membuat kacau proses yang sudah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik untuk manusia dan atau harta benda. Sedangkan kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diduga dan tidak dikehendaki atua tidak direncanakan yang mengakibatkan kerugian untuk manusia, barang ataupun lingkungan.   B.     FAKTOR RESIKO TERJADINYA JECELAKAAN KERJA 1.     Faktor manusia Diantaranya kurangnya keterampilan atau pengetahuan tentang industri dan kesalahan penempatan tenaga kerja. 2.     Faktor material atau peralatannya Misalnya bahan yang seharusnya dibuat dari besi dibuat dengan bahan lain yang lebih murah sehingga menyebabkan kecelakaan kerja. 3.     Faktor sumber bahaya, meliputi: Perbuatan bahaya, misalnya metode kerja yang salah, sikap kerja yang teledor serta tidak memakai alat pelindung diri. Ko