Minggu, 08 November 2020

KOMPETENSI PERSONAL | ETIKA PROFESI | 11

 

KOMPETENSI PERSONAL DALAM BIDANG AKUNTANSI DAN KEUANGAN

1. Pengertian Kompetensi

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan, sedangkan berdasarkan surat keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002, kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang di miliki seseorang sebagai syarat untuk di anggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas dibidang pekerjaan tertentu. Dengan demikian, kompetensi berkaitan dengan karakteristik yang mendasari kemampuan seseorang dalam bekerja.

Dalam rumusan yang lain kompetensi merujuk pada keahlian atau pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kinerja yang unggul. kompetensi terbentuk melalui individu/organisasi, keterampilan dan kemampuan serta menyediakan kerangka kerja untuk membedakan antara kinerja yang rendah dengan kinerja yang luar biasa. kompetensi dapat di terapkan pada organisasi,individu tim dan pekerjaan serta tingkat fungsional. Kompetensi merupakan kunci untuk efektivitas dalam pekerjaan.

2. Jenis Kompetensi

a.  Core Competencies/kompetensi utama

Kompetensi utama adalah sebuah kompetensi yang didefinisikan sebagai kemampuan internal yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis. Kompetensi ini adalah kompetensi diharapkan dimiliki semua individu dalam organisasi. Kompetensi ini mendefinisikan tentang nilai-nilai organisasi yang paling di pahami oleh kebanyakan orang. tujuan bagi kompetensi bagi individu adalah agar ia bisa bekerja dalam beragam posisi di dalam organisasi.

b. Threshold competencies

Threshold Kompetencies adalah karakteristik setiap pemegang pekerjaan sehingga bisa melakukan pekerjaan secara efektif, tetapi tidak dapat di gunakan seorang yang berkinerja tinggi, rata-rata, atau rendah. Misalnya, penjual yang baik harus memiliki kemampuan yang memadai tentang peroduk yang mereka jual, tetapi pengetahuan ini tidak selalu cukup untuk memastikan performa penjualan mereka.

b. Differentiating Copetencies

Differentiating Copetencies adalah karakteristik yang membedakan individu berkinerja superior dengan yang rata-rata. Differentiating Copetencies tidak ditemukan dalam individu yang berkinerja rata-rata. Misalnya individu yang bekerja di bidang desain memiliki Differentiating Copetencies dalam mendesain yang membuatnya lebih unggul dari orang lain.

3. Manfaat Kompetensi

Kompetensi harus ada karena beberapa alasan berikut ini.

1)        Kompetensi merupakan cara terbaik untuk memahami kinerja dengan cara mengamati apa yang sebenarnya orang lakukan untuk berhasil daripada mengandalkan asumsi-asumsi yang tidak jelas.

2)        Cara terbaik untuk mengukur dan memprediksi kinerja adalah dengan menilai apakah individu memiliki kompetensi yang diharapkan.

3)        Kompetensi dapat dipelajari dan dikembangkan.

4)        Kompetensi dapat dilihat dan diakses.

Manfaat kompetensi juga ada dapat dilihat dari beberapa sisi berikut ini.

Karyawan

Manfaat kompetensi dilihat dari sisi karyawan adalah sebagai berikut.

1).   Adanya kesempatan bagi karyawan untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan berdasarkan standar yang ada.

2).   Kompetensi yang ada sekarang dan manfaatnya akan dapat memberikan nilai tambah pada pembelajaran dan pertumbuhan.

3).   Meningkatnya keterampilan dan marketability sebagai karyawan.

4).   Kejelasan relevansi pembelajaran sebelumnya, kemampuan untuk mentransfer keterampilan, nilai, dari kualifikasi yang diakui dan potensi pengembangan karier.

5).   Pilihan perubahan karir yang lebih jelas, untuk berubah pada jabatan baru, seseorang dapat membandingkan kompetensi mereka sekarang dengan kompetensi yang diperlukan untuk jabatan baru.

6).   Penempatan sasaran sebagai sarana pengembangan karier.

7).   Penilaian kinerja yang lebih obyektif dan umpan balik berbasis standar kompetensi yang ditentukan dengan jelas.Etika Profesi Dan Profesional Bekerja

Organisasi/Perusahaan

Dengan adanya kompetensi, organisasi/perusahaan akan memperoleh manfaat sebagai berikut.

1).   Meningkatkan efektifitas rekrutmen dengan cara menyesuaikan kompetensi yang diperlukan dalam pekerjaan dengan yang dimiliki pencari kerja.

2).   Pendidikan dan pelatihan dapat difokuskan pada kompetensi yang diingikan perusahaan/organisasi

3).   Penilaian terhadap hasil pendidikan dan pelatihan akan lebih handal dan konsisten.

4).   Pengambil keputusan dalam organisasi akan lebih percaya diri karena karyawan telah memiliki keterampilan yang akan diperoleh dari pendidikan dan pelatihan.

5).   Mempermudah terjadinya perubahan melalui identifikasi kompetensi yang diperlukan untuk mengelola perubahan.

 Industri

Dalam lingkup yang lebih luas, kompetensi memiliki manfaat sebagai berikut.

1).   Indentifikasi dan penyesuaian yang lebih baik atas keterampilan yang dibutuhkan untuk industri.

2).   Akses yang lebih besar terhadap pendidikan dan pelatihan sector publik yang relevan dengan industri.

3).   Mendorong pengembangan keterampilan yang luas dan relevan di masa depan.

4).   Pelatihan industri melalui sertifikasi pencapaian kompetensi individu.

5).   Ditetapkannya dasar pemahaman yang umum dan jelas atas hasil pendidikan dan percaya diri yang lebih besar karena kebutuhan industri telah terpenuhi sebagai hasil penilaian berbasis standar

Ekonomi Daerah dan Nasional

Ekonomi nasional dan daerah memperoleh manfaat sebagai berikut.

1).   Meningkatnya bentuk keterampilan untuk bersaing di pasar domestik dan internasional.

2).   Mendorong investasi internasional baru pada industri di mana angkatan kerja terampilan sangat diperlukan.

3).   Lebih efisien dari segi biaya karena dengan pekerja yang memiliki kompetensi efisiensi perekonomian dapat diwujudkan.